The Face of Tam Tam while she is sleeping
Kisah
Tam Tam berawal pada suatu malam, ketika saya sedang membersihkan area kucing
saya dibelakang rumah seperti biasa sepulang kerja sebelum tidur. Sayup-sayup
dari arah komplek perumahan tetangga dibelakang rumah saya yang dipisahkan oleh
sungai kecil, terdengar suara tangisan kitten mungkin memanggil Ibunya karena
kelaparan ingin menyusu. Suara tangisan yang memilukan itu menusuk-nusuk ulu
hati saya dan membuat saya galau tidak focus bekerja dan . Saya mengira itu adalah suara seekor kitten
yang dibuang orang.
Menjelang
jam setengah 11 malam selesai membersihkan area belakang rumah, saya dengan
adik bergegas menuju lokasi arah suara tangisan kitten tersebut yang saat kami
kesana sudah tidak terdengar lagi. Dalam kegelapan dengan berbekal senter saya
dan adik mencari kitten tersebut diantara rerumputan dan tumpukkan sampah.
Tetapi hasilnya nihil. Masih dengan hati galau kami kembali ke rumah.
Setelah
beberapa menit kami masuk ke rumah, kami kembali mendengar tangisan kitten tersebut
tapi dari arah depan rumah sebelah kiri, tepatnya dekat rumah tetangga paling
ujung sebelah kiri. Kegalauan hati saya dan adik mendorong kami segera kembali
keluar rumah dan berjalan kearah suara. Setelah senter sana, senter sini kami
tetap tak menemukan sosok kitten tersebut, justru yang kami temui adalah salah
satu kucing kami Ma’ Belang yang sedang duduk sedang menahan kantuk mungkin
juga karena mendengar suara tangisan kitten tersebut.
Masih
dengan hati penuh tanda Tanya kami kembali masuk kedalam rumah, sambil tak
henti memikirkan keberadaan kitten tersebut setelah kembali mencari
disekeliling rumah dan di got depan rumah yang tidak ada airnya. Dari dalam
rumah suara itu kadang-kadang terdengar kembali, entah kenapa suaranya sekarang
terdengar tak tentu. Kadang jauh, kadang dekat, kadang kencang , kadang sayup…
Kami
akhirnya memutuskan tidur karena jam sudah mendekati jam 12 malam, sambil
bertekad akan meneruskan pencarian besok pagi . Belum juga mata terpejam,
tiba-tiba tangisan kitten itu terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Adik saya
mencoba melihat dari jendela kamar yang menghadap kedepan rumah, tak ada
apa-apa hanya gelap malam yang disinari lampu teras dan lampu jalanan. Suara
kitten tersebut seperti memecah keheningan malam dan menusuk tak Cuma hati
saya, tetapi juga telinga saya. Saya tidak bisa tidur hingga menjelang dini
hari…..
Keesokkan
harinya sebelum saya berangkat kerja sekitar jam 5 pagi, saya mencoba mencari
kembali kitten tersebut, menjelang keberangkatan saya mendegar suara kitten
tersebut kali ini dari arah rumah tetangga sebelah kanan. Saya mencoba
mengintip dari balik pagar, benar saja seekor kitten mungil berbulu hitam
dengan dengan sebagian wajah dan tubuh bagian dalam berwarna putih sedang
berterika menangis memanggil ibunya. Anehnya tetangga saya seperti tuli telinga
dan bisa tidur lelap mendengar tangisan mahluk hidup mungil yang ada dibawah
jendela kamarnya.
To be continue....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar