Mungkin terlalu berlebihan judul
yang saya tulis diatas, whatever karena itu juga hanya perkiraan saya. Buat sebagian orang yang berasal dari daeran
Jawa mungkin perjalanan menuju Semarang
dengan mobil bukan hal yang istimewa, karena setidaknya merekan melakukannya
setahun sekali dalam rangka pulang kampung lebaran . Tetapi tidak untuk saya
yang note bene tidak punya kampung halaman jauh, kampung saya di Jakarta .
Saya sudah beberapa kali pergi ke
Semarang untuk penugasan kerja dari kantor, biasanya melalui udara atau bila
dengan darat yaaahh dengan kereta api. Tapi tidak untuk kali ini, buat saya ini
perjalanan istimewa melalui darat dan pertama kalinya….dengan mobil !!!
Sejujurnya saya exicated sekali
ketika rekan kerja saya menawarkan perjalanan bersama ke Semarang dengan mobil,
selain biayanya lebih murah juga saya bisa menikmati perlintasaan beberapa kota
berbeda menuju Semarang. Sudah terbayang banyak view yang akan saya lihat dan
pengalaman yang bisa menjadi cerita, tapi sayang tak banyak yang bisa saya
abadikan dalam bentuk gambar karena pada awalnya saya tak berencana menulisnya
dalam blog. Gambar yang saya ambil hanya satu dua gambar saja ketika melintasi
Cirebon seperti gunung Ciremai, pembawa daun jati diatas truk atau matahari
terbenam yang sempat saya abadikan ketika mendekati Cirebon menuju Jakarta.
Menyesal saya tak berfoto dengan
latar belakang Mesjid Agung Kendall seusai shalat Magrib, tepatnya sih karena saya
sungkan berfoto ria ditengah penduduk setempat yang sedang bergegas menuju
memasuki halaman mesjid untuk shalat Taraweh. Atau mengabadikan persimpangan Alas Roban yang buat saya adalah
lintasan legenda karena pernah menjadi perlintasan paling ditakuti terutama
oleh pengemudi bis lintas Jawa atau pengemudi truk. Ya, karena wilayah ini
pernah menjadi wilayang kaum begal atau perampok jalanan. Saya lebih terkesima
menikmati sisa keangkeran area itu ketimbang mengambil beberapa gambarnya.
Begitu juga ketika berbuka puasa di area Batang yang masih dilingkupi hutan
jati dikanan kirinya atau perlintasan Pantura yang seakan tak ada habisnya.
Truk-truk besar yang berseliweran telah menelan konsentrasi saya ketimbang mencari
spot menarik untuk difoto.
Saya berharap suatu saat bisa
punya kesempatan melintasi ¼ pulau Jawa lagi dan mengabadikan view atau
spot-spot menarik disana.



