Senin, 16 April 2012

Ling, a man from Mars




Saya bertemu Ling 9 tahun lalu dengan cara yangtidak bisa dijelaskan dengan logika siapapun, tapi saya percaya itu terjadi karena kehendak Allah swt.

Saya bertemu Ling ketika saya sedang tidak bersedia sendirian, ketika saya sedang tidak menikmati tawa  bahkan tak mampun menarik garis senyum sedikitpun. Ketika lidah saya sedang kebas bahkan untuk menikmati secangkir capuccino favorit saya.Tepatnya ketika saya sedang berada disimpang jalan hidup dan kematian.

Menurut Ling ia hadir disisi saya karena perjanjiannya dengan jiwa Carl yang sedang koma karena kecelakaan di Nepal. "Carl sebenarnya beruntung, Tuhan masih memberinya waktu untuk hidup dan bertemun denganmu. Meskipun kenyataan yang terjadi tak sesuai kehendak kita. Tuhan ternyata memberinya tempat, waktu dan sosok lain dalam hidupnya. Bukan engkau....Itu sebabnya aku memutuskan berada disamping sebagai malaikat penjaga sampai akhir hayatmu. Dengan begitu juga aku bisa menjalankan janjiku pada Carl sekaligus juga untuk Fang Mei. Wanita yang tak pernah bisa kumiliki...." kata Ling ditengah pertemuan kami satu sore.

Sejak itu hubungan kami memang tidak bisa diukur dengan logika siapapun, karena kami perbedaan yang begitu besar, perbedaan bahasa, perbedaan ruang dan waktu juga jiwa.Anehanya kami tahu kapan kami saling memembutuhkan, bersisian, saling mendengarkan dan berbagi bahkan tentang mimpi dan rahasia-rahasia kami yang tidak mungkin saya ungkapkan pada orang lain. Ling bisa muncul tiba-tiba dimana saja dan membuat saya tak pernah sendiri.

Seperti biasa pagi ini Ling menemani saya dalam perjalanan dari rumah ke kantor...
Ling is zero but priceless for me........ sometime dead doesn't mean gone.....

Bersambung..........


Tidak ada komentar:

Posting Komentar